Breaking News
Home / Politics / Fitur-fitur Baru Layanan “Over-The-Top” – Koran Jakarta

Fitur-fitur Baru Layanan “Over-The-Top” – Koran Jakarta

Perusahaan Over-The-Top (OTT) seperti whatsApp, facebook, dan lainnya terus mengembangkan layanan dengan merilis fitur-fitur baru.

Layanan Over-The- Top dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet, kian berkembang pesat. Ini untuk mendukung komunikasi digital dengan layanan yang berbasis IoT (Internet of Things) dan Big Data, FinTech (Financial Technology), e-commerce, mobile gaming, video/music streaming, logistik, dan layanan digital lainnya.

Pertumbuhan industri digital ini dipastikan akan jauh lebih cepat, saat Indonesia kelak menggelar layanan 5G. Dengan adanya 5G, akan berdampak pada sektor-sektor utama seperti manufaktur dan jasa sebagai kontributor terbesar perekonomian secara keseluruhan. Kehadiran OTT terutama OTT asing, seperti Whatsapp, Wechat, Line, Instagram dan lainnya, adalah bukti agresifitas OTT.

Layanan pesan instan WhatsApp, misalnya, untuk memperkuat dominasinya, WhatsApp akan menghadirkan beberapa fitur baru bagi para pengguna.

Deretan fitur baru ini rencananya bakal dirilis pada 2020. Layanan baru itu mulai dari fitur mode gelap (dark mode), face unlock, hapus pesan otomatis, emoji baru dan iklan akan mewarnai pengguna WhatsApp pada tahun depan. Mode Gelap. Fitur ini hadir untuk pembaruan WhatsApp versi 2.19.294, perusahaan dikabarkan bakal dinamai Dark Theme.

Fitur Dark Theme tidak menggunakan warna hitam pekat, tetapi menggunakan biru kelam seperti langit malam. Selain itu terdapat juga pilihan untuk mengaktifkan mode ini sesuai dengan preferensi di Setting. Selain WhatsApp, beberapa aplikasi yang sudah menggunakan dark mode seperti Youtube, Instagram, Twitter, dan lainnya. Android 10 dan iOS 13 juga sudah menggunakan pengaturan mode gelap otomatis.

Dilansir Mashable, anak perusahaan Facebook ini juga bersiap merilis fitur keamanan face unlock yang fungsinya sama dengan face unlock pada ponsel.

Meski begitu, belum ada informasi rinci terkait fitur itu. Lalu ada iklan di WhatsApp. Saat melakukan presentasi di KTT Pemasaran Facebook 2019 di Belanda, Facebook mengatakan pihaknya tengah merampungkan fitur iklan untuk layanan WhatsApp.

Nantinya, iklan itu akan disematkan di dalam WhatsApp Status pengguna seperti yang diunggah oleh salah satu penggiat media sosial Matt Navarra melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Tech Radar. “Segara hadir di @ WhatsApp, WhatsApp Status akan disematkan iklan 2020, tampilan WhatsApp Business dirancang lebih baik, dan katalog produk untuk para pelaku bisnis yang juga diintegrasikan ke Facebook Business Manager Catalog,” cuit @MattNavarra.

Fitur ini diketahui tengah dilakukan uji coba di beberapa pengguna. Disappearing Message (hapus pesan otomatis) memungkinkan pengguna menghapus pesan mereka secara otomatis.

Fitur hapus pesan otomatis akan tersedia untuk WhatsApp versi 2.19.275 dan disebutsebut hanya bisa digunakan untuk percakapan dalam grup. Pesan akan langsung terhapus berdasarkan periode waktu yang telah ditentukan pengguna. Ada juga emoji baru versi 13.0. Pengguna WhatsApp pada pembaruan 2.19.315 bakal menikmati emoji versi 13.0 yang akan meluncur pada 2020.

Emoji terbaru ini menambahkan ikon seperti cheese cake, waffle, es batu, emoji menguap, emoji manusia berdiri, dan lainnya. Sebetulnya pembaruan emoji ini sempat muncul beberapa minggu setelah WhatsApp menambahkan fitur pemindai jari untuk pengguna Android. Sementara, induk WhatsApp, Facebook, sedang membangun sistem operasi mandiri.

Artinya, seluruh layanan Facebook tidak akan bergantung kepada sistem operasi buatan Apple (iOS) atau Google (Android). Dilansir dari Indian Express, Facebook akan membangun sistem operasi dari awal.

Sementara aplikasi Facebook dipastikan akan tetap berada di Android. Dikabarkan, sistem operasi ini akan fokus mendukung teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) milik Facebook.

“Kami pikir tidak dapat mempercayai pasar atau pesaing untuk memastikan hal itu terjadi. Jadi kita akan melakukannya sendiri,” ujar Facebook’s VP of Hardware, Andrew Bosworth. Facebook selama bertahun- tahun telah mencari cara untuk mengurangi ketergantungan dengan sistem operasi buatan Apple dan Google.

Jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini sebelumnya mencoba membuat ponsel dan mengembangkan untuk perangkat HTC, tapi kedua ambisi itu gagal. Facebook juga sebelumnya memiliki rencana darurat Project Oxygen. Proyek ini merupakan langkah preventif seandainya aplikasi Facebook diblokir atau tidak dapat diakses dari Google Play Store.

Proyek ini memastikan pengguna bisa mendapatkan aplikasi Facebook di tempat lain. Beberapa pemimpin industri teknologi, termasuk Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg, percaya bahwa kacamata AR suatu hari dapat menggantikan ponsel. Kacamata AR diprediksi akan menggantikan ponsel sebagai cara utama konsumen untuk terhubung ke internet.

Oleh karena itu, Facebook yang berbasis di Menlo Park, California, AS, ini ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap perangkat lunak yang beroperasi pada kacamata AR. Dilansir dari Tech- Crunch apabila Facebook bisa lebih bebas berkreasi dalam perangkat AR maupun VR. Keberadaan OS ciptaan Facebook tak perlu lagi menyesuaikan keinginan Google ketika kedua perusahaan tidak sepakat.

Facebook memberi tahu TechCrunch bahwa fokus pembangunan OS untuk mendukung hal-hal yang dibutuhkan pengembangan kacamata AR. Facebook juga saat ini mencari mitra untuk membangun OS untuk AR.

Progres Huawei Sementara, perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei, bersama koleganya, yakni pengembang di India terus mematangkan alternatif dari aplikasi Google yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Huawei saat ini masih masuk daftar hitam Amerika Serikat untuk menggunakan teknologi buatan negeri Paman Sam, akibatnya ponsel tersebut tidak dapat menggunakan secara penuh layanan dari Google, termasuk aplikasi seperti Maps, Google Drive dan Gmail.

“Kami memiliki HMS kami sendiri dan berusaha membangun ekosistem seluler. Sebagian besar aplikasi utama seperti navigasi, pembayaran, permainan, dan pengiriman pesan akan siap pada akhir Desember,” ujar CEO Huawei dan Honor India, Charles Peng, dikutip dari GSM Arena. Ekosistem aplikasi Google sangat luas dan Huawei ingin membuat alternatif untuk perangkat Huawei.

Google Play Games, Google Maps, Gmail, Google Pay, YouTube, dan Google Play Store adalah semua aplikasi yang ingin dibuat oleh Huawei karena larangan tersebut. Oleh karena itu, Huawei terpaksa membuat ekosistem aplikasi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan smartphone-nya.

“Kami akan membuat model bisnis endto- end dengan pengembang, penyedia konten dan layanan. Kami akan memberikan nilai lebih kepada mereka,” kata Peng. Brand Honor, yang didukung oleh Huawei, saat ini dilaporkan tengah berdiskusi dengan pengembang dari 150 aplikasi teratas India untuk mendapatkan aplikasi mereka di App Gallery milik Huawei (alternatif untuk Google Play Store).

Pada saat yang sama, Peng mengkonfirmasi bahwa smartphone Honor berikutnya memang akan datang dengan layanan Google. Honor juga menawarkan produk dalam kategori baru di India, seperti TV, perangkat audio pintar, dan gadget IoT. Honor berharap dapat memiliki pangsa pasar 10 persen di India pada 2020.

Sementara itu, Huawei menawarkan produk konsumen baru, termasuk smartwatch. Huawei menawarkan insentif besar kepada pengembang India untuk mengintegrasikan aplikasi mereka dengan Huawei Mobile Services berkat investasi 1 miliar dolar AS yang dikucurkan untuk mengembangkan aplikasi ekosistem mobile sendiri. hay/E-6

Read More

About admin

Check Also

JADI Orang Pertama yang Sembuh dari HIV, Takdir Pria Ini Justru Meninggal Akibat Penyakit Ganas Lain – Tribun Newsmaker

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah hidup seorang Timothy Ray Brown mendadak ramai diperbincangkan publik. Bagaimana tidak sosok Timothy Ray Brown kini tengah menjadi harapan baru bagi para penderita HIV di seluruh dunia. Timothy Ray Brown dikenal sebagai 'pasien Berlin' yang menjadi orang pertama yang sembuh dari HIV. Namun sayang takdir tak berpihak pada Timothy Ray Brown. Berhasil sembuh…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *