Breaking News
Home / Politics / Hasil Survei: Anak Indonesia Lebih Nyaman Bahas Seksual dengan Teman Sebaya – Mobile Akurat

Hasil Survei: Anak Indonesia Lebih Nyaman Bahas Seksual dengan Teman Sebaya – Mobile Akurat

AKURAT.CO, Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, melalui Durex, mengumumkan hasil survei daring (survei secara online), dengan 500 responden; 24 persen berusia 16-19 tahun, dan 76 persen di usia 20-25 tahun.

Survei ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan terbaik bagi generasi muda, untuk mendiskusikan kesehatan reproduksi dan seksual dalam keluarga. Juga, menguatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan edukasi seksual.

baca juga:

Untuk mengetahui tentang bagaimana kondisi pendidikan seksual dan pendidikan kesehatan organ reproduksi terhadap 500 responden tersebut, survei ini dilakukan di lima kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya dan Medan.

Hasilnya, mengejutkan. dr. Helena Rahayu Wonoadi, Direktur CSR Reckitt Benckiser Indonesia, mengatakan, 33 persen remaja pernah melakukan aktivitas seks penetrasi. Kemudian pada usia 18-20 tahun, sebanyak 58 persen yang melakukan penetrasi. 50 persennya tidak menggunakan kontrasepsi.

Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Dokter Helena mengatakan, surveinya kali ini juga menunjukan bahwa seiring berjalannya waktu, ketika anak melewati pubertas pertama (mimpi basah/pertama menstruasi), anak menjadi lebih nyaman membahas kesehatan reproduksi, topik pendidikan seksual dan sebagainya. Uniknya, mereka yang membahas ini dengan teman sebayanya sebanyak 41 persen.

“Anak-anak yang sudah melalui pubertas pertamanya ini juga mengaku, 61 persen dari mereka mengatakan mereka takut dihakimi oleh orangtuanya ketika mereka ingin membahas topik tentang seksual, kesehatan reproduksi, dan sebagainya,” katanya, kepada AkuratHealth, di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, (18/7).

“Memahami situasi ini, kami mendorong keluarga di Indonesia untuk kembali mengambil peran sebagai penasihat anak-anak mereka dan menjadi sumber informasi terpercaya tentang kesehatan seksual, organ reproduksi. Ini penting terkait untuk orangtua dan anak remaja saling terbuka terutama untuk mengetahui tentang penyakit menular seksual, risiko kesehatan hamil dibawah usia 20 tahun, dan lainnya yang dapat mempengaruhi masa depannya,” lanjutnya.

Dengan lebih percaya untuk bercerita tentang seksual, organ intim pada teman sebaya, maka anak-anak berkemungkinan besar mendapatkan informasi yang kurang tepat. Terbukti, survei ini juga menunjukan bahwa 95 persen anak mengetahui penyakit menular seksual, namun pengetahuan dan pemahamannya terbatas pada HIV/AIDS.

Sementara itu, penyakit menular lainnya kurang dipahami. Seperti adanya kencing nanah, sipilis, herpes, infeksi jamur. Kurangnya informasi yang tepat juga berdampak pada tingginya mitos informasi seksual yang dipercaya anak.

Ada sekitar 54 persen anak yakin posisi seksual sambil berdiri dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 57 persen percaya bahwa pria yang melakukan mastrubasi sebelum melakukan hubungan seksual juga akan mengurangi peluang kehamilan.

“53 persen dari responden kami juga mengatakan bahwa ejakulasi diluar vagina bisa menjadi solusi menghindari kehamilan. Dengan adanya survei ini, kami berharap bisa menjadi langkah awal, untuk terjadinya perubahan cara berkomunikasi antara anak dan orangtua terkait topik seksual. Sehingga orang tua bisa menjadi teman dan sumber terpercaya terkait ini,” tutupnya.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

Read More

About admin

Check Also

JADI Orang Pertama yang Sembuh dari HIV, Takdir Pria Ini Justru Meninggal Akibat Penyakit Ganas Lain – Tribun Newsmaker

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kisah hidup seorang Timothy Ray Brown mendadak ramai diperbincangkan publik. Bagaimana tidak sosok Timothy Ray Brown kini tengah menjadi harapan baru bagi para penderita HIV di seluruh dunia. Timothy Ray Brown dikenal sebagai 'pasien Berlin' yang menjadi orang pertama yang sembuh dari HIV. Namun sayang takdir tak berpihak pada Timothy Ray Brown. Berhasil sembuh…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *