Breaking News
Home / Uncategorized / Communication Fair jadi Ajang Apresiasi Karya

Communication Fair jadi Ajang Apresiasi Karya

IAIN Parepare— Ratusan karya yang berupa Audio, Photo, maupun audio visual dipamerkan dalam Communication fair di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (19/07). Diikuti oleh mahasiswa Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Prodi Jurnalistik Islam (JI) yang tergabung dalam beberapa mata kuliah seperti mata kuliah dasar-dasar fotografi, mata kuliah perencanaan dakwah, mata kuliah produksi siaran radio & TV serta mata kuliah Teknik Editing.

Communication Fair merupakan kegiatan pertama kali dilakukan dan menjadi ajang apresiasi karya terbaik mahasiswa. Muhammad Restu Singgih salah satu pemenang kategori The Best Jingle radio mengungkapkan kegiatan Fair Communication merupakan awal baik untuk Prodi KPI yang bekerja sama dengan Prodi JI, “inilah awal dan wadah mereka untuk menampilkan karya terbaik mereka. Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut dan kegiatannya lebih besar lagi,” ungkapnya.

Meskipun karya yang dihasilkan merupakan tuntunan tugas mata kuliah, namun Nurhakki selaku Penanggung jawab Prodi Komunikasi Penyiaran Islam berharap agar karya-karya tersebut bukan hanya dibuat untuk mendapatkan nilai semata. “Kita berharap karya itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana karya-karya itu bisa dilirik oleh industri media, apakah media cetak maupun media elektronik,” ujar Nurhakki saat memberi sambutan.

Sementara Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan berharap agar mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi tetap terus berkarya.

 

 

 

 

 

 

About Hayana

Check Also

Alat ini menjadi solusi energi di daerah bersalju tebal – tek.id

Alat ini menjadi solusi energi di daerah bersalju tebal – tek.id

Panel surya sejatinya hanya bekerja pada daerah dengan paparan matahari yang tinggi. Di daerah bersalju, panel ini tidak akan berguna banyak. Nah, sebuah teknologi dikembangkan untuk mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *